Bagi pembaca budiman, silahkan menuliskan komentar atas tulisan atau mungkin atas perjumpaan Anda dengan saya secara pribadi.
Tanggapan
Aduh tulisan ayah bagus banget, aku bangga, ajarin nulis dong Yah hehehehe
Terimakasih Tia-ku kalo dah kelas 5 deh Ayah ajarin ya……btw thanks atas ranking 5-nya ya, nanti kelas dua rnggak cuman angkat piagam ya…tapi juga angkat piala karena juara 1 ok. :M
Adu ada yang lupa ini, ternyata PKL kemarin di wajibkan minta penilaian ke pembimbing ( Kris) untuk keperluan kampus. Mas nanti, aku ngasih form penilaian ke pembimbing lapangan, tapi mas belum pulang ke ngawi yach, please sms aku dong untuk janjian menyelesaikan hal tersebut OK, coz BOs !!!!!!!!!!!!
Selamat pagi cris-pula sayang!
it’s a pitty that i can’t properly understand what is written here. however, i feel your language that close to my heart that i think i understand…but i realy don’t…i just that i want…and maybe that’s enough. if you want and you do, you learn…
y just want to share something that i’m thinkin about with you: today, men’s experiences (and i feel mines too, many times) are mainly experiences of ideas and not the inmediat experiences of what their heart feel, their eyes see, and their eires listen to. it’s like there’s a separation in between intelect and feeling. do you know what i mean? maybe you can tell me what you think about it. sometimes i need to know what you or one of you in pusdakota think about my thought, my doubts…
aku kangen!!
I Miss you too my Isa……hoe you enjoy in Cambodia…..
Salut buat tulisannya, mudah2an tulisan dan solusi seperti komentar belajar dari jepang benar2 bisa direalisasikan di negeri tercinta ini. berarti saya mesti siap2 2015 TPA dekat rumah saya
Wah….silakan bersiap-siap, kalau demo ajak-ajak ya
Mas Christianto, saya sudah beberapa kali membaca blog Anda, terutama yang berkaitan dengan sampah. Saya sendiri sedang membuat riset pribadi (kecil-kecilan) yang rencananya hendak dibuat film dokumenter (doakan ya mas, smoga kesampaian ^_^), terutama tentang teknologi insinerator yang hendak dibangun untuk mengatasi masalah sampah di kota Bandung, dengan kedok PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah).
Karena itu saya melakukan riset ini, untuk mengetahui bahaya lebih lanjut tentang insinerator ini. Syukur-syukur kalau ternyata PLTSa ini gagal, sebab keberadaannya sangat berbahaya bagi daerah Bandung yang memiliki topografi berbentuk cekungan, dengan kadar keasaman yang sudah menyerupai orange juice. Saya tak dapat membayangkan kalau pencemaran ini masih harus ditambah dengan PLTSa, apalagi kalau ternyata ditemukan kadar dioxin yang tinggi nantinya.
Karena itu, saya mohon bantuan mas Chris, karena saya melihat mas Chris cukup paham soal sampah ini. Saya sendiri berencana akan bertandang ke Surabaya sekitar awal Mei untuk melihat bagaimana penerapan teknologi insinerator di sana. Namun sebelum itu, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan, yaitu:
1. Setau saya insinerator di Surabaya sudah tidak berfungsi. Bisa tolong mas Chris jelaskan dengan detail alasan tidak berfungsinya insinerator tersebut?
2. Sampai saat ini masih adakah TPA yang menggunakan insinerator di Surabaya?
3. Di beberapa negara (seperti Singapura) yang menggunakan teknologi insinerator, ada syarat bahwa letak TPA minimal harus berjarak 4-5 km dari pemukiman. Sementara di Bandung sendiri, jaraknya hanya sekitar 200 m dari pemukiman. Pertanyaan saya, mengapa ada aturan seperti ini? Apakah memang teknologi insinerator tidak akan mampu menahan 100% fly ash yang dihasilkan, sehingga jarak ini dibuat agar tidak membahayakan warga? Lalu apa konsekuensinya jika dibangun dekat dengan pemukiman? Di surabaya sendiri, apakah jarak TPA sudah berada jauh dari pemukiman?
4. Kalau fly ash dan zat-zat berbahaya ini bocor, sampai radius mana udara akan tercemar?
5. Di Surabaya sendiri apa sudah ada hasil penelitian yang menunjukkan berbagai penyakit yang muncul akibat teknologi insinerator ini?
Mungkin untuk sementara hanya ini pertanyaan dari saya. Mohon jawaban secepatnya ya mas…
Oh iya, kalau saya jadi bertandang ke Surabaya awal Mei nanti, bisakah saya bertemu dengan mas Chris untuk mengetahui lebih dalam tentang penerapan teknologi insinerator di Surabaya? Kalau boleh, saya minta nomor kontak mas ya!!
Untuk perhatian, jawaban, dan tulisan-tulisan mas di blog, saya ucapkan terima kasih. Semua itu akan sangat membantu saya. Semoga dengan ini warga (terutama pemerintah) kota Bandung bisa sadar dengan bahaya yang akan dihadapinya…
Oh iya, rep ke email aku aja ya mas.. (bulan_pemburu@yahoo.com)
Terimakasih atas kepercayaan yang anda berikan, namun saya saat ini posisi di Nusa Tenggara Timur, jika anda ke Surabaya silahkan saja mampir ke Pusdakota di Jl. Rungkut Lor III/87, anda akan disambut dengan baik dan mendapatkan rekan diskusi yang menarik berkaitan dengan isu waste management…..atau email saja ke saya pribadi jika ingin berdiskusi di pasebanjati@yahoo.co.id
selamat petang mas kris,
salam kenal.
kalo berkenan, blog mas kris saya tautkan ke blog saya ya?
soalnya, saya pun mempunyai kepedulain yang tinggi soal lingkungan hidup.
semoga kita dapat saling berbagi ilmu dan informasi yang berguna.
salam,
Silahkan dengan senang hati Mas….salam kenal juga……….
Aku baik-baik saja Mbakyu……Tuhan masih sayang sama seorang Chris…..Semesta masih memberi tempat bagi seorang Chris…..bagaimana dengan Phd.-mu di Australi……dah kelar…….
Satu Kali dalam Hidup Orang Harus Menentukan Sikap. Kalau Tidak, Dia Tidak Akan Menjadi Apa-Apa ~Pramoedya Ananta Toer
Ucapan selamat untuk pernikahan Jojo dan Gatot, maafku seluas samudera atas ketidakhadiran dalam pernikahan kalian. Sekali lagi maaf...dan selamat menebar cinta, selaksa doa dariku!
Aduh tulisan ayah bagus banget, aku bangga, ajarin nulis dong Yah hehehehe
Oleh: Tia on 18 Juni 2007
at 13:16
Hello guru akhirnya ketemu juga yach, gmana kabarnya???
Oleh: udin on 21 Juni 2007
at 14:47
Adu ada yang lupa ini, ternyata PKL kemarin di wajibkan minta penilaian ke pembimbing ( Kris) untuk keperluan kampus. Mas nanti, aku ngasih form penilaian ke pembimbing lapangan, tapi mas belum pulang ke ngawi yach, please sms aku dong untuk janjian menyelesaikan hal tersebut OK, coz BOs !!!!!!!!!!!!
Oleh: udin on 21 Juni 2007
at 14:58
Aku pikir kita ngak akan bisa ketemu lagi, yach ternyata dunia maya ini memberikan aku kejutan. Hmm…coz salam sejahterah. Peace for all…………….
Oleh: udin on 21 Juni 2007
at 14:52
Hai Mas, aku telepon-telepon kok nggak diangkat. Piye, lagi topo opo. Apa pun, doaku mengertai jalanmu. Salam, Saviri
Oleh: gatot on 24 Agustus 2007
at 02:45
Selamat pagi cris-pula sayang!
it’s a pitty that i can’t properly understand what is written here. however, i feel your language that close to my heart that i think i understand…but i realy don’t…i just that i want…and maybe that’s enough. if you want and you do, you learn…
y just want to share something that i’m thinkin about with you: today, men’s experiences (and i feel mines too, many times) are mainly experiences of ideas and not the inmediat experiences of what their heart feel, their eyes see, and their eires listen to. it’s like there’s a separation in between intelect and feeling. do you know what i mean? maybe you can tell me what you think about it. sometimes i need to know what you or one of you in pusdakota think about my thought, my doubts…
aku kangen!!
Oleh: isa on 30 Agustus 2007
at 09:43
artikel “pengetahuan ttg transgenik” terlalu men-generalisir bioteknologi secara keseluruhan. biotek yg bagaimana kah yg dimaksud merugikan…?
Oleh: bongerd on 24 September 2007
at 13:55
Mas Christ, boleh minta ijin mengutip artikelmu untuk majalah Biru Voice?
Thanks…
Oleh: sammy on 26 Oktober 2007
at 13:10
Salut buat tulisannya, mudah2an tulisan dan solusi seperti komentar belajar dari jepang benar2 bisa direalisasikan di negeri tercinta ini. berarti saya mesti siap2 2015 TPA dekat rumah saya
Oleh: Pande on 6 Februari 2008
at 09:11
eh mas chris.. boleh konsultasi tentang topik sampah de el el gak? hehe..
Oleh: Qnoi on 23 April 2008
at 05:28
Salam…
Mas Christianto, saya sudah beberapa kali membaca blog Anda, terutama yang berkaitan dengan sampah. Saya sendiri sedang membuat riset pribadi (kecil-kecilan) yang rencananya hendak dibuat film dokumenter (doakan ya mas, smoga kesampaian ^_^), terutama tentang teknologi insinerator yang hendak dibangun untuk mengatasi masalah sampah di kota Bandung, dengan kedok PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah).
Karena itu saya melakukan riset ini, untuk mengetahui bahaya lebih lanjut tentang insinerator ini. Syukur-syukur kalau ternyata PLTSa ini gagal, sebab keberadaannya sangat berbahaya bagi daerah Bandung yang memiliki topografi berbentuk cekungan, dengan kadar keasaman yang sudah menyerupai orange juice. Saya tak dapat membayangkan kalau pencemaran ini masih harus ditambah dengan PLTSa, apalagi kalau ternyata ditemukan kadar dioxin yang tinggi nantinya.
Karena itu, saya mohon bantuan mas Chris, karena saya melihat mas Chris cukup paham soal sampah ini. Saya sendiri berencana akan bertandang ke Surabaya sekitar awal Mei untuk melihat bagaimana penerapan teknologi insinerator di sana. Namun sebelum itu, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan, yaitu:
1. Setau saya insinerator di Surabaya sudah tidak berfungsi. Bisa tolong mas Chris jelaskan dengan detail alasan tidak berfungsinya insinerator tersebut?
2. Sampai saat ini masih adakah TPA yang menggunakan insinerator di Surabaya?
3. Di beberapa negara (seperti Singapura) yang menggunakan teknologi insinerator, ada syarat bahwa letak TPA minimal harus berjarak 4-5 km dari pemukiman. Sementara di Bandung sendiri, jaraknya hanya sekitar 200 m dari pemukiman. Pertanyaan saya, mengapa ada aturan seperti ini? Apakah memang teknologi insinerator tidak akan mampu menahan 100% fly ash yang dihasilkan, sehingga jarak ini dibuat agar tidak membahayakan warga? Lalu apa konsekuensinya jika dibangun dekat dengan pemukiman? Di surabaya sendiri, apakah jarak TPA sudah berada jauh dari pemukiman?
4. Kalau fly ash dan zat-zat berbahaya ini bocor, sampai radius mana udara akan tercemar?
5. Di Surabaya sendiri apa sudah ada hasil penelitian yang menunjukkan berbagai penyakit yang muncul akibat teknologi insinerator ini?
Mungkin untuk sementara hanya ini pertanyaan dari saya. Mohon jawaban secepatnya ya mas…
Oh iya, kalau saya jadi bertandang ke Surabaya awal Mei nanti, bisakah saya bertemu dengan mas Chris untuk mengetahui lebih dalam tentang penerapan teknologi insinerator di Surabaya? Kalau boleh, saya minta nomor kontak mas ya!!
Untuk perhatian, jawaban, dan tulisan-tulisan mas di blog, saya ucapkan terima kasih. Semua itu akan sangat membantu saya. Semoga dengan ini warga (terutama pemerintah) kota Bandung bisa sadar dengan bahaya yang akan dihadapinya…
Oh iya, rep ke email aku aja ya mas.. (bulan_pemburu@yahoo.com)
Salam kenal,
Nisa Rachmatika
Mahasiswa Jurnalistik Unpad
Oleh: Nisa Rachmatika on 27 April 2008
at 02:56
Krisss!
gemana kabar?
Oleh: loetji on 1 Juni 2008
at 09:33
selamat petang mas kris,
salam kenal.
kalo berkenan, blog mas kris saya tautkan ke blog saya ya?
soalnya, saya pun mempunyai kepedulain yang tinggi soal lingkungan hidup.
semoga kita dapat saling berbagi ilmu dan informasi yang berguna.
salam,
Oleh: nadi on 6 Oktober 2008
at 09:21
u baik2 saja kah?
Oleh: luci on 7 Maret 2009
at 20:23