~comment

readercomment_banner1

Bagi pembaca budiman, silahkan menuliskan komentar atas tulisan atau mungkin atas perjumpaan Anda dengan saya secara pribadi.

Tanggapan

  1. Aduh tulisan ayah bagus banget, aku bangga, ajarin nulis dong Yah hehehehe

    Terimakasih Tia-ku kalo dah kelas 5 deh Ayah ajarin ya……btw thanks atas ranking 5-nya ya, nanti kelas dua rnggak cuman angkat piagam ya…tapi juga angkat piala karena juara 1 ok. :M

  2. Hello guru akhirnya ketemu juga yach, gmana kabarnya???

    Baik juga, litle bit lonely but so far so good…..

  3. Adu ada yang lupa ini, ternyata PKL kemarin di wajibkan minta penilaian ke pembimbing ( Kris) untuk keperluan kampus. Mas nanti, aku ngasih form penilaian ke pembimbing lapangan, tapi mas belum pulang ke ngawi yach, please sms aku dong untuk janjian menyelesaikan hal tersebut OK, coz BOs !!!!!!!!!!!!

  4. Aku pikir kita ngak akan bisa ketemu lagi, yach ternyata dunia maya ini memberikan aku kejutan. Hmm…coz salam sejahterah. Peace for all…………….

    Yup….it’s small world, isn’t it? :-)

  5. Hai Mas, aku telepon-telepon kok nggak diangkat. Piye, lagi topo opo. Apa pun, doaku mengertai jalanmu. Salam, Saviri

  6. Selamat pagi cris-pula sayang!
    it’s a pitty that i can’t properly understand what is written here. however, i feel your language that close to my heart that i think i understand…but i realy don’t…i just that i want…and maybe that’s enough. if you want and you do, you learn…

    y just want to share something that i’m thinkin about with you: today, men’s experiences (and i feel mines too, many times) are mainly experiences of ideas and not the inmediat experiences of what their heart feel, their eyes see, and their eires listen to. it’s like there’s a separation in between intelect and feeling. do you know what i mean? maybe you can tell me what you think about it. sometimes i need to know what you or one of you in pusdakota think about my thought, my doubts…

    aku kangen!! :)

    I Miss you too my Isa……hoe you enjoy in Cambodia…..

  7. artikel “pengetahuan ttg transgenik” terlalu men-generalisir bioteknologi secara keseluruhan. biotek yg bagaimana kah yg dimaksud merugikan…?

    Teknologi ibarat dua mata pedang yang kadang pada sisi lain ketika tidak digunakan dengan bijak maka hanya kehancuran bagi semesta yang disisakan……

  8. Mas Christ, boleh minta ijin mengutip artikelmu untuk majalah Biru Voice?
    Thanks…

  9. Salut buat tulisannya, mudah2an tulisan dan solusi seperti komentar belajar dari jepang benar2 bisa direalisasikan di negeri tercinta ini. berarti saya mesti siap2 2015 TPA dekat rumah saya :)

    Wah….silakan bersiap-siap, kalau demo ajak-ajak ya :-)

  10. eh mas chris.. boleh konsultasi tentang topik sampah de el el gak? hehe..

    Silahkan email ke pasebanjati@yahoo.co.id saya akan bantu sebisa saya…..

  11. Salam…

    Mas Christianto, saya sudah beberapa kali membaca blog Anda, terutama yang berkaitan dengan sampah. Saya sendiri sedang membuat riset pribadi (kecil-kecilan) yang rencananya hendak dibuat film dokumenter (doakan ya mas, smoga kesampaian ^_^), terutama tentang teknologi insinerator yang hendak dibangun untuk mengatasi masalah sampah di kota Bandung, dengan kedok PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah).
    Karena itu saya melakukan riset ini, untuk mengetahui bahaya lebih lanjut tentang insinerator ini. Syukur-syukur kalau ternyata PLTSa ini gagal, sebab keberadaannya sangat berbahaya bagi daerah Bandung yang memiliki topografi berbentuk cekungan, dengan kadar keasaman yang sudah menyerupai orange juice. Saya tak dapat membayangkan kalau pencemaran ini masih harus ditambah dengan PLTSa, apalagi kalau ternyata ditemukan kadar dioxin yang tinggi nantinya.
    Karena itu, saya mohon bantuan mas Chris, karena saya melihat mas Chris cukup paham soal sampah ini. Saya sendiri berencana akan bertandang ke Surabaya sekitar awal Mei untuk melihat bagaimana penerapan teknologi insinerator di sana. Namun sebelum itu, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan, yaitu:
    1. Setau saya insinerator di Surabaya sudah tidak berfungsi. Bisa tolong mas Chris jelaskan dengan detail alasan tidak berfungsinya insinerator tersebut?
    2. Sampai saat ini masih adakah TPA yang menggunakan insinerator di Surabaya?
    3. Di beberapa negara (seperti Singapura) yang menggunakan teknologi insinerator, ada syarat bahwa letak TPA minimal harus berjarak 4-5 km dari pemukiman. Sementara di Bandung sendiri, jaraknya hanya sekitar 200 m dari pemukiman. Pertanyaan saya, mengapa ada aturan seperti ini? Apakah memang teknologi insinerator tidak akan mampu menahan 100% fly ash yang dihasilkan, sehingga jarak ini dibuat agar tidak membahayakan warga? Lalu apa konsekuensinya jika dibangun dekat dengan pemukiman? Di surabaya sendiri, apakah jarak TPA sudah berada jauh dari pemukiman?
    4. Kalau fly ash dan zat-zat berbahaya ini bocor, sampai radius mana udara akan tercemar?
    5. Di Surabaya sendiri apa sudah ada hasil penelitian yang menunjukkan berbagai penyakit yang muncul akibat teknologi insinerator ini?
    Mungkin untuk sementara hanya ini pertanyaan dari saya. Mohon jawaban secepatnya ya mas…
    Oh iya, kalau saya jadi bertandang ke Surabaya awal Mei nanti, bisakah saya bertemu dengan mas Chris untuk mengetahui lebih dalam tentang penerapan teknologi insinerator di Surabaya? Kalau boleh, saya minta nomor kontak mas ya!!
    Untuk perhatian, jawaban, dan tulisan-tulisan mas di blog, saya ucapkan terima kasih. Semua itu akan sangat membantu saya. Semoga dengan ini warga (terutama pemerintah) kota Bandung bisa sadar dengan bahaya yang akan dihadapinya…
    Oh iya, rep ke email aku aja ya mas.. (bulan_pemburu@yahoo.com)

    Salam kenal,
    Nisa Rachmatika
    Mahasiswa Jurnalistik Unpad

    Terimakasih atas kepercayaan yang anda berikan, namun saya saat ini posisi di Nusa Tenggara Timur, jika anda ke Surabaya silahkan saja mampir ke Pusdakota di Jl. Rungkut Lor III/87, anda akan disambut dengan baik dan mendapatkan rekan diskusi yang menarik berkaitan dengan isu waste management…..atau email saja ke saya pribadi jika ingin berdiskusi di pasebanjati@yahoo.co.id

  12. Krisss!
    gemana kabar?

  13. selamat petang mas kris,
    salam kenal.
    kalo berkenan, blog mas kris saya tautkan ke blog saya ya?
    soalnya, saya pun mempunyai kepedulain yang tinggi soal lingkungan hidup.
    semoga kita dapat saling berbagi ilmu dan informasi yang berguna.
    salam,

    Silahkan dengan senang hati Mas….salam kenal juga……….

  14. u baik2 saja kah?

    Aku baik-baik saja Mbakyu……Tuhan masih sayang sama seorang Chris…..Semesta masih memberi tempat bagi seorang Chris…..bagaimana dengan Phd.-mu di Australi……dah kelar…….


Beri tanggapan

Your response: