Pengertian dan Tujuan
Analisis Transek merupakan teknik untuk memfasilitasi masyarakat dalam pengamatan langsung lingkungan dan keadaan sumber-sumberdaya dengan cara berjalan menelusuri wilayah tempat mereka tinggal mengikuti suatu lintasan tertentu yang disepakati. Dengan teknik analisis transek, diperoleh gambaran keadaan potensi sumber daya alam masyarakat beserta masalah-masalah, perubahan-perubahan keadaan dan potensi-potensi yang ada. Hasilnya digambar dalam bentuk gambar atau diagram.
Jenis-jenis transek meliputi ‘Transek sumber daya wilayah secara umum’, Transek sumber daya alam’, Transek Topik Tertentu’, misalnya transek untuk mengamati sumber pencemaran lingkungan atau transek pengelolaan ekonomi bisa juga transek potensi pengelolaan lahan.
Melakukan Transek
Transek biasanya terdiri dari dua tahapan utama, pertama: perjalanan dan observasi; kedua: pembuatan gambar transek. Hasilnya biasanya langsung digambar di atas keretas plano dengan dibantu oleh papan flipchart atau menggunakan bahan yang ada disekitar mislanya tanah lapang atau papan tulis. Sebelum melakukan Transek perlu disiapkan bahan dan alat seperti kertas flipchart, kartu warna-warni, spidol, pisang goreng atau tahu isi hangat dan kopi jahe supaya ketika berdiskusi tidak :tidur dan pembahasan bisa menjadi lebih gayeng karena kegiatan transek biasanya memakan waktu yang cukup lama.
Perjalanan
• sepakatilah tentang lokasi-lokasi penting yang akan dikunjungi serta topik-topik kajian yang akan dilakukan (misalnya penggunaan lahan, jenis tanah, pengairan, ketersediaan pakan ternak, masalah, potensi dan lain-lain)
• sepakatilah lintasan penelusuran serta titik awal dan titik akhir (bisa memanfaatkan hasil Pemetaan Desa)
• lakukan perjalanan dan mengamati keadaan, sesuai topik-topik yang disepakati
• buatlah catatan-catatan hasil diskusi di setiap lokasi (tugas pencatat)

Pembuatan gambaran transek
• sepakatilah simbol yang akan dipergunakan dan mencatat simbol dan artinya
• gambarlah bagan transek berdasarkan hasil lintasan (buatlah dengan bahan yang mudah diperbaiki / dihapus agar masih dapat dibuat perbaikan)
• untuk memfasilitasi penggambaran, masyarakat diarahkan untuk menganalisa mengenai: perkiraan ketinggian, perkiraan jarak antara satu lokasi dengan lokasi lain, dan mengisi hasil diskusi tentang topik-topik dalam bentuk bagan / matriks (lihat contoh)
• Kalau gambar sudah selesai, sebaiknya lakukan diskusikan kembali terhadap hasil yang sudah dibuat dan lakukan perbaikan jika diperlukan. Ketika diskusi tidak usah ngotot seperti ini: :ngomel
• Simpulkan apa yang dibahas dalam diskusi, tidak perlu malu ~malu untuk mengambil kesimpulan dari hasil kerja yang sudah diperoleh bersama.
• Catat dan dokumentasikan hasil sebagai salah satu bahan untuk melakukan agenda kerja untuk menyelesaikan permassalahan yang dihadapi.



trimakasih mbak, tulisannya sangat membantu…..
Oleh: Didi darmadi on 14 Juni 2008
at 02:52