Oleh: kris | 5 September 2009

Mengenal BDS….

Oleh: Christianto

bds2“Tak kenal maka tak sayang”!, pelaku PNPM khususnya di pilot program SADI beberapa waktu ini dikenalkan dengan istilah BDSP (Business Development Service). Bagi mereka yang masih asing dengan istilah BDS, tak salah apabila nusataniterpadu memuat tulisan tentang BDS, sehingga membantu dalam memahami esensi pelibatan BDS dalam pelaksanaan dan pengembangan pilot program SADI di masa mendatang. Konsepsi BDS sebenarnya sudah lama diwacanakan bahkan dijalankan oleh lembaga-lembaga donor dalam melakukan intervensi program pemberdayaan ekonomi di masyarakat. Perlahan konsepsi ini berkembang dan puncaknya adalah pada pertemuan tahunan di Budapest tahun 1995, the Committee of Donor Agencies for Small Enterprise Development memutuskan untuk fokus BDS bagi Usaha Kecil, dengan tujuan untuk mengetahui dan mendokumentasikan praktek penyediaan jasa yang terbaik. Suatu Kelompok Kerja BDS didirikan dan Pedoman Awal ditulis dan diterbitkan dalam bulan Januari 1998. 3 Banyak lembaga berperan dan berpartisipasi aktif dalam proses ini, termasuk GTZ, ILO, SDC dan DFID. Baca Lanjutannya…

Oleh: kris | 4 September 2009

Dooms Day in My Birthday?

Pada 21 Desember 2012 akan menjadi hari berakhirnya peradaban umat manusia. Pada hari itu, tepatnya musim dingin tiba, matahari akan bergabung lagi dengan titik silang yang terbentuk akibat ekliptika (jalan matahari) dengan ekuator secara total. Saat itulah, matahari tepat berada di tengah-tengah sela sistem galaksi, atau dengan kata lain galaksi terletak di atas bumi, bagaikan membuka sebuah “Pintu Langit” saja bagi umat manusia.

2012doomsday3

Nah ini adalah salah satu hasil dari keisengan pribadi, ketika rasa bosan singgah mengampiri, kadang aku hanya mengisi waktu dengan mencari hal-hal yang unik, misalnya saja ada apa sih dunia dibalik tanggal dan bulan ulangtahunku.

Wah…wah ternyata ada banyak hal, isu mengenai “Dooms Day in my birthday” atau “Akhir Jaman” adalah salah satunya. Sepertinya, di hari ulang tahunku nanti aku merasa menjadi “Alfa Omega….. “, aku menjadi sebuah bagian dari suatu awal dan akhir …………. Duh mulai deh kumat Narsis-nya.

Hmmm tentang Dooms Day, aku berpendapat bahwa semoga nantinya hanya akan menjadi Dumbs Day, Mereka yang percaya akan hal ini menjadi tersenyum atau malah tertawa atas keniscayaan mereka yang dulu. Dooms day bagi saya bersifat cepat atau lambat, perhitungannya adalah dalam hitungan Detak, kapanpun dan dimanapun sang maut selalu hadir. Kata Orang Kupang, “Berjaga-jagalah, karena Kerajaan Allah su dekat.”

Namun, tak ada salahnya menyimak tulisan yang mencoba merasionalisasi tentang kemungkinan adanya dooms day in 2012 , paling tidak cukup membantu bagi orang berdosa seperti ANDA dan tentu SAYA agar lebih dekat dengan-Nya. jangan lupa, jika nanti toh tidak terjadi apa-apa pada 21 Desember 2012, harap Pembaca budiman mengirim saya hadiah ulang tahun ok!! paling tidak sebagai ungkapan syukur bahwa Tuhan masih memberi kesempatan bagi Anda untuk……….berbuat dosa lagi :-)   Baca Lanjutannya…

Oleh: kris | 24 Agustus 2009

“Only Time”

image3

Once upon a time there was an island where all the feelings lived;happiness, sadness, knowledge, and all the others, including love. One day it was announced to all of the feelings that the island was going to sink to the bottom of the ocean. So all the feelings prepared their boats to leave.

Love was the only one that stayed. She wanted to preserve the island paradise until the last possible moment. When the island was almost totally under, love decided it was time to leave. She began looking for someone to ask for help. Just then Richness was passing by in a grand boat. Baca Lanjutannya…

Oleh: kris | 24 Agustus 2009

Sekarang, Sumber Air “Su” Dekat ?

Oleh Christianto

air_su_dekat

”Sekarang, sumber air su (sudah) dekat… karena mudah ambil air, katong (kita orang/kami) bisa hidup sehat….” Apakah Pembaca budiman masih ingat bocah kecil berkulit hitam berambut keriting yang menyuarakan kalimat itu dalam iklan Danone Aqua? Dominggus Kabnani (15) membintangi iklan program Satu Untuk Sepuluh (SUS) dari perusahaan air minum itu. Sejak muncul di televisi, Dominggus mendadak terkenal di Nusa Tenggara Timur (NTT). Suaranya yang ”Timor banget” itu banyak dijadikan nada dering telepon seluler. Gara-gara melihat iklan tersebut, Putri kecil saya di Surabaya, turut bertanya-tanya tentang logat dan nada bicara orang-orang di Pulau Timor yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (sejak awal akhir tahun 2007 saya bekerja di Provinsi NTT). Baca Lanjutannya…

Oleh: kris | 23 Agustus 2009

Indikator Ekonomi Yang Menyesatkan

menyesatkan

Diadopsi dari tulisan Vincent Gaspersz

Petinggi (Presiden, Gubernur, dan Pejabat Negara Indonesia lainnya) dan ahli ekonomi negara kita sering membanggakan indikator pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Bahkan, dalam pidato kenegaraan (di Provinsi NTT pidato kenegaraan disampaikan oleh Gubernur NTT melalui radio), tingginya angka pertumbuhan ekonomi selalu diidentikkan dengan sukses dalam hal membangun perekonomian Indonesia (dalam kasus NTT dianggap sukses membangun NTT).

Contohnya adalah penyampaian pendapatan Per Kapita Rp. 4,4 Juta yang dijadikan berita utama Pos Kupang, Minggu 16 Agustus 2009 (http://www.pos-kupang.com/read/artikel/33249/pendapatan-perkapita-rp-44-juta). Disebutkan juga bahwa pertumbuhan ekonomi NTT sebesar 4,8 persen! Baca Lanjutannya…

Oleh: kris | 23 Agustus 2009

Belajar Dari Seekor Lebah

bee

Kehidupan lebah di sarang dan produksi madunya sangatlah menakjubkan. Tanpa membahas terlalu terperinci, marilah kita amati ciri-ciri utama “kehidupan sosial” lebah. Lebah harus melaksanakan banyak “tugas” dan mereka mengatur semua ini dengan organisasi yang luar biasa. Baca Lanjutannya…

Oleh: kris | 23 Agustus 2009

Suatu Hari dalam Hidupmu

one day

Bila hari ini semua rencanamu gagal
Jangan menyerah
Sebab esok atau lusa
Mungkin adalah hari kesuksesanmu

Bila hari ini orang-orang menyalahkanmu
Tetaplah tegar
dan biarkan waktu
Memberitahu mereka
Bahwa kau benar adanya

Bila dalam perjalanan hidup
Kau bimbang
dan tak tahu kemana melangkah
Tanyakan pada yang setia menemanimu
Hatimu

Bila orang yang kau cintai
Pergi meninggalkanmu untuk suatu alasan yang tak kau tahu
Bersedihlah, tapi sementara saja
Sebab seseorang yang lebih baik
Menanti untuk kau hampiri

dan bila kau merasa sendiri
Kau tahu
Sekarang atau nanti
Aku selalu di sini

* “One Day in Your Life”, Michael Jackson

* Oleh: Christianto, tulisan ini merupakan kajian program pengentasan PNPM Mandiri Perdesaan di Provinsi NTT sebagai sebuah studi kasus

Gambar 1 menjelaskan bahwa kemiskinan di perdesaan memiliki kecenderungan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kemiskinan di perkotaan . Kemiskinan di perdesaan seolah menjadi “tradisi” ketika Laporan BPS Maret 2007 juga masih menyatakan bahwa persentase penduduk miskin di perdesaan lebih besar dibandingkan di perkotaan, yaitu sebesar 63,52 persen .

Gambar 1 – Proporsi Penduduk Miskin Perkotaan dan Perdesaan, Tahun 1976 – 2004 (dalam juta)
graph_poverty Baca Lanjutannya…

Psr Boawae 4

Pertanian sebagai basis ekonomi kerakyatan dan merupakan sektor yang melibatkan sebagian besar penduduk Indonesia terus mendapatkan ancaman dan permasalahan baik dari dalam maupun luar. Marginalisasi sektor pertanian rakyat, dengan mulai mendominasinya pertanian korporasi (corporate farming) dan ancaman ketersingkiran petani kecil pedesaan dengan adanya globalisasi pasar bebas Neo Liberalisme melalui kesepakatan Agreement on Agriculture (AoA) merupakan kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. Pemerintah hingga saat ini belum memihak petani kecil dengan memberikan kebijakan proteksi dan subsidi yang cukup dapat melindungi mereka dari ancaman pasar bebas, dimana produk-produk pertanian dari negara lain dapat bebas masuk dan menggusur. Jika hal ini terus dibiarkan, kebangkrutan ekonomi pertanian rakyat dan hilangnya kedaulatan produksi pangan merupakan resiko besar yang terpampang di depan mata. Baca Lanjutannya…

Oleh: kris | 23 Agustus 2009

Rendra, Ilmu Silat, Ilmu Surat

Rabu, 12 Agustus 2009 | 05:04 WIB | Ignas Kleden

rendraDi dalam ilmu silat tidak ada juara nomor dua, di dalam ilmu surat tidak ada juara nomor satu,” begitu kata WS Rendra saat menerima Hadiah Seni dari Akademi Jakarta pada 22 Agustus 1975.

Kalimat itu bagai meringkas sekaligus menujumkan apa yang dilakukannya dalam kebudayaan. Ilmu silat merujuk kepada persaingan kekuatan dan keunggulan; segala petarung lain harus disingkirkan untuk menghasilkan satu pemenang. Ilmu surat sebaliknya berhubung dengan perbedaan- perbedaan dalam pandangan tentang masyarakat dan kebudayaan. Di dalam persaingan kekuatan ada kalah- menang, tetapi di dalam perbedaan selera dan sudut pandang, dua atau tiga pendapat bisa sama-sama diterima. Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori