Judul         :  Jejak Pangan: Sejarah, Silang Budaya, dan Masa Depan

Penulis        :  Andreas Maryoto

Pengantar    : Siswono Yudo Husodo

Penerbit    :  Kompas, 2009

Tebal        : xiv + 249 halaman

Urusan makan memang bukan sekedar masalah perut. Meskipun ada yang mengatakan makan bukan untuk sekedar hidup tetapi urusan makanan tetap tak dapat dipandang sebelah mata.

Tengok saja bencana kelaparan di negeri kita seolah menguatkan ungkapan: ayam yang mati di lumbung padi. Situasi ironis yang membuat miris. Pun urusan pangan dapat berkaitan dengan politik. Pramoedya A. Toer pernah menuturkan sebuah kisah tentang seorang raja di China yang pusing memikirkan kondisi rakyatnya di tengah hantu pemberontakan. Sang penasihat membisikkan kalimat melegakan: “Buatlah rakyat menjadi kenyang sehingga mereka tenang. Jangan biarkan mereka kelaparan!”

Berabad-abad kemudian pemikir Thomas Robert Malthus juga meramalkan sesuatu yang berhubungan dengan urusan pangan. Ia meramalkan pertambahan penduduk berlangsung menurut deret ukur sedangkan persediaan makanan bertambah seperti deret hitung, Dengan teori tersebut kita dapat memperhitungkan bahwa suatu saat manusia di bumi akan mengalami kekurangan pangan. Baca Lanjutannya…

Oleh: kris | 2 Desember 2009

Muhammad Yunus dan Permodalan Petani

Oleh: Mufid A. Busyairi

Sepenggal wacana bagi Pemangku Kepentingan PNPM Mandiri Perdesaan yang mengembangkan kegiatan keuangan mikro perdesaan dalam wadan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) yang agak enggan mengakomodasi layanan kredit yang diajukan oleh kelompok Petani miskin, semoga bermanfaat …….

Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank, memperingati hari kelahirannya yang ke-68 pada 28 Juni 2009. “Suatu hari,” kata pelopor perkreditan untuk rakyat kecil ini, “Cucu-cucu kita akan harus pergi ke museum untuk melihat seperti apa itu kemiskinan.” Dan kita tahu bahwa dia tidak sedang berbasa-basi atau mencari simpati. Dia bekerja serius untuk itu. Buktinya, sampai kini Grameen Bank telah menyalurkan kredit sebesar US$ 5,72 miliar kepada 6,6 juta rakyat miskin Bangladesh dan menjangkau 70 ribu desa.

Sementara Yunus telah mengembangkan programnya secara mandiri sejak 1970-an, hari ini, di Indonesia, negeri yang jumlah desa tertinggalnya mencapai 32.379, kita masih gonta-ganti skema pengentasan masyarakat miskin. Bank Dunia melaporkan jumlah penduduk miskin Indonesia pada 2007 sebanyak 105,3 juta atau 45,2 persen dari total populasi Indonesia sebanyak 232,9 juta jiwa. Sedangkan Badan Pusat Statistik menyebut angka kemiskinan 37,2 juta jiwa, di mana 63,4 persennya berada di pedesaan, yang bermata pencaharian utama di sektor pertanian, dan 80 persen berada pada skala usaha mikro dengan lahan lebih kecil dari 0,3 hektare.Untuk pemberdayaan ekonomi rakyat, tak ada salahnya berguru pada peraih Nobel Perdamaian 2006 asal Bangladesh tersebut. Grameen Bank didirikan pada 1974. Kerjanya melawan arus perbankan konvensional: kredit tanpa agunan. Kelompok sasaran GB adalah penduduk termiskin dan buta huruf yang landless. Yang diurus Yunus adalah bagaimana agar kredit selamat dan bisa dikembalikan, agar uang dapat berputar untuk membantu penduduk miskin lainnya. Ia meniru modus para pelepas uang (rentenir): mengakomodasi debitor dengan sistem door to door dalam menjaring nasabah dan punya fleksibilitas yang tinggi dalam operasinya (tak birokratis). Baca Lanjutannya…

Oleh:(Marjono, staf Bapermades Provinsi Jawa Tengah
Sumber:kmwjateng.net

Kritik dalam sebuah kerja pengorganisasian dibutuhkan agar kita selalu mawas, kemudian belajar dan bermetamorfosis ke arah yang lebih baik. Hal ini mutlak hukumnya, termasuk bagi mereka “pendekar” pemberdayaan yang tergabung dalam PNPM Mandiri Perdesaan sebagai program pemberdayaan terbesar se-Nusantara, bahkan seluruh dunia. Tulisan berikut adalah salah satu dari kritik yang telah disebutkan tadi. Harap mereka para pelaku PNPM Mandiri Perdesaan tidak tersinggung, tapi justru sebaiknya tersipu ternyata ada yang terlewat ketika asyik mengelola program…… :-)

Gugusan kemiskinan semakin membuat daftar panjang penderitaan dan ketidakberdayaan yang seolah seperti deret hitung. Salah satu hal yang turut berkontribusi atas kemiskinan adalah kita melupakan ibu kandung, yakni Desa atau perdesaan dengan sektor pertanian yang selama ini telah memberi penghidupan pada bangsa ini dalam menggerakkan ekonomi produktif masyarakat. Bentuk dinamisasi pembangunan yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kapasitas masyarakat dan desa melalui pemberdayaan agar mampu mendefinisikan dan memenuhi kebutuhan mereka. Rendahnya pendidikan dan keterampilan mengakibatkan masyarakat desa belum mampu meningkatkan taraf hidupnya. Oleh karena itu, upaya dan program pemberdayaan masyarakat dan desa yang difasilitasi oleh agen-agen perubahan (pendamping/fasilitator) sangat dibutuhkan untuk mendinamisasi masyarakat dalam mengembangkan kemandirian dalam mengentaskan kemiskinan.Mengapa pemberdayaan masyarakat desa, menjadi penting? Beberapa alasan mengemuka, yakni:

  1. sebagaian besar penduduk kita bermukim di pedesaan;
  2. masyarakat kita 75% bermatapencaharian pada sektor pertanian atau tepatnya petani;
  3. roda pekonomi perdesaan (domestik) sebagai pilar ekonomi nasional;
  4. kemiskinan lebih banyak dialami oleh masyarakat wilayah perdesaan, dan
  5. potensi sumberdaya lokal belum dikelola secara maksimal serta;
  6. revitalisasi pertanian, karena sektor ini acap terpinggirkan. Baca Lanjutannya…
Oleh: kris | 5 September 2009

Mengenal BDS….

Oleh: Christianto

bds2“Tak kenal maka tak sayang”!, pelaku PNPM khususnya di pilot program SADI beberapa waktu ini dikenalkan dengan istilah BDSP (Business Development Service). Bagi mereka yang masih asing dengan istilah BDS, tak salah apabila nusataniterpadu memuat tulisan tentang BDS, sehingga membantu dalam memahami esensi pelibatan BDS dalam pelaksanaan dan pengembangan pilot program SADI di masa mendatang. Konsepsi BDS sebenarnya sudah lama diwacanakan bahkan dijalankan oleh lembaga-lembaga donor dalam melakukan intervensi program pemberdayaan ekonomi di masyarakat. Perlahan konsepsi ini berkembang dan puncaknya adalah pada pertemuan tahunan di Budapest tahun 1995, the Committee of Donor Agencies for Small Enterprise Development memutuskan untuk fokus BDS bagi Usaha Kecil, dengan tujuan untuk mengetahui dan mendokumentasikan praktek penyediaan jasa yang terbaik. Suatu Kelompok Kerja BDS didirikan dan Pedoman Awal ditulis dan diterbitkan dalam bulan Januari 1998. 3 Banyak lembaga berperan dan berpartisipasi aktif dalam proses ini, termasuk GTZ, ILO, SDC dan DFID. Baca Lanjutannya…

Oleh: kris | 4 September 2009

Dooms Day in My Birthday?

Pada 21 Desember 2012 akan menjadi hari berakhirnya peradaban umat manusia. Pada hari itu, tepatnya musim dingin tiba, matahari akan bergabung lagi dengan titik silang yang terbentuk akibat ekliptika (jalan matahari) dengan ekuator secara total. Saat itulah, matahari tepat berada di tengah-tengah sela sistem galaksi, atau dengan kata lain galaksi terletak di atas bumi, bagaikan membuka sebuah “Pintu Langit” saja bagi umat manusia.

2012doomsday3

Nah ini adalah salah satu hasil dari keisengan pribadi, ketika rasa bosan singgah mengampiri, kadang aku hanya mengisi waktu dengan mencari hal-hal yang unik, misalnya saja ada apa sih dunia dibalik tanggal dan bulan ulangtahunku.

Wah…wah ternyata ada banyak hal, isu mengenai “Dooms Day in my birthday” atau “Akhir Jaman” adalah salah satunya. Sepertinya, di hari ulang tahunku nanti aku merasa menjadi “Alfa Omega….. “, aku menjadi sebuah bagian dari suatu awal dan akhir …………. Duh mulai deh kumat Narsis-nya.

Hmmm tentang Dooms Day, aku berpendapat bahwa semoga nantinya hanya akan menjadi Dumbs Day, Mereka yang percaya akan hal ini menjadi tersenyum atau malah tertawa atas keniscayaan mereka yang dulu. Dooms day bagi saya bersifat cepat atau lambat, perhitungannya adalah dalam hitungan Detak, kapanpun dan dimanapun sang maut selalu hadir. Kata Orang Kupang, “Berjaga-jagalah, karena Kerajaan Allah su dekat.”

Namun, tak ada salahnya menyimak tulisan yang mencoba merasionalisasi tentang kemungkinan adanya dooms day in 2012 , paling tidak cukup membantu bagi orang berdosa seperti ANDA dan tentu SAYA agar lebih dekat dengan-Nya. jangan lupa, jika nanti toh tidak terjadi apa-apa pada 21 Desember 2012, harap Pembaca budiman mengirim saya hadiah ulang tahun ok!! paling tidak sebagai ungkapan syukur bahwa Tuhan masih memberi kesempatan bagi Anda untuk……….berbuat dosa lagi :-)   Baca Lanjutannya…

Oleh: kris | 24 Agustus 2009

“Only Time”

image3

Once upon a time there was an island where all the feelings lived;happiness, sadness, knowledge, and all the others, including love. One day it was announced to all of the feelings that the island was going to sink to the bottom of the ocean. So all the feelings prepared their boats to leave.

Love was the only one that stayed. She wanted to preserve the island paradise until the last possible moment. When the island was almost totally under, love decided it was time to leave. She began looking for someone to ask for help. Just then Richness was passing by in a grand boat. Baca Lanjutannya…

Oleh: kris | 24 Agustus 2009

Sekarang, Sumber Air “Su” Dekat ?

Oleh Christianto

air_su_dekat

”Sekarang, sumber air su (sudah) dekat… karena mudah ambil air, katong (kita orang/kami) bisa hidup sehat….” Apakah Pembaca budiman masih ingat bocah kecil berkulit hitam berambut keriting yang menyuarakan kalimat itu dalam iklan Danone Aqua? Dominggus Kabnani (15) membintangi iklan program Satu Untuk Sepuluh (SUS) dari perusahaan air minum itu. Sejak muncul di televisi, Dominggus mendadak terkenal di Nusa Tenggara Timur (NTT). Suaranya yang ”Timor banget” itu banyak dijadikan nada dering telepon seluler. Gara-gara melihat iklan tersebut, Putri kecil saya di Surabaya, turut bertanya-tanya tentang logat dan nada bicara orang-orang di Pulau Timor yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (sejak awal akhir tahun 2007 saya bekerja di Provinsi NTT). Baca Lanjutannya…

Oleh: kris | 23 Agustus 2009

Indikator Ekonomi Yang Menyesatkan

menyesatkan

Diadopsi dari tulisan Vincent Gaspersz

Petinggi (Presiden, Gubernur, dan Pejabat Negara Indonesia lainnya) dan ahli ekonomi negara kita sering membanggakan indikator pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Bahkan, dalam pidato kenegaraan (di Provinsi NTT pidato kenegaraan disampaikan oleh Gubernur NTT melalui radio), tingginya angka pertumbuhan ekonomi selalu diidentikkan dengan sukses dalam hal membangun perekonomian Indonesia (dalam kasus NTT dianggap sukses membangun NTT).

Contohnya adalah penyampaian pendapatan Per Kapita Rp. 4,4 Juta yang dijadikan berita utama Pos Kupang, Minggu 16 Agustus 2009 (http://www.pos-kupang.com/read/artikel/33249/pendapatan-perkapita-rp-44-juta). Disebutkan juga bahwa pertumbuhan ekonomi NTT sebesar 4,8 persen! Baca Lanjutannya…

Oleh: kris | 23 Agustus 2009

Belajar Dari Seekor Lebah

bee

Kehidupan lebah di sarang dan produksi madunya sangatlah menakjubkan. Tanpa membahas terlalu terperinci, marilah kita amati ciri-ciri utama “kehidupan sosial” lebah. Lebah harus melaksanakan banyak “tugas” dan mereka mengatur semua ini dengan organisasi yang luar biasa. Baca Lanjutannya…

Oleh: kris | 23 Agustus 2009

Suatu Hari dalam Hidupmu

one day

Bila hari ini semua rencanamu gagal
Jangan menyerah
Sebab esok atau lusa
Mungkin adalah hari kesuksesanmu

Bila hari ini orang-orang menyalahkanmu
Tetaplah tegar
dan biarkan waktu
Memberitahu mereka
Bahwa kau benar adanya

Bila dalam perjalanan hidup
Kau bimbang
dan tak tahu kemana melangkah
Tanyakan pada yang setia menemanimu
Hatimu

Bila orang yang kau cintai
Pergi meninggalkanmu untuk suatu alasan yang tak kau tahu
Bersedihlah, tapi sementara saja
Sebab seseorang yang lebih baik
Menanti untuk kau hampiri

dan bila kau merasa sendiri
Kau tahu
Sekarang atau nanti
Aku selalu di sini

* “One Day in Your Life”, Michael Jackson

* Oleh: Christianto, tulisan ini merupakan kajian program pengentasan PNPM Mandiri Perdesaan di Provinsi NTT sebagai sebuah studi kasus

Gambar 1 menjelaskan bahwa kemiskinan di perdesaan memiliki kecenderungan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kemiskinan di perkotaan . Kemiskinan di perdesaan seolah menjadi “tradisi” ketika Laporan BPS Maret 2007 juga masih menyatakan bahwa persentase penduduk miskin di perdesaan lebih besar dibandingkan di perkotaan, yaitu sebesar 63,52 persen .

Gambar 1 – Proporsi Penduduk Miskin Perkotaan dan Perdesaan, Tahun 1976 – 2004 (dalam juta)
graph_poverty Baca Lanjutannya…

Psr Boawae 4

Pertanian sebagai basis ekonomi kerakyatan dan merupakan sektor yang melibatkan sebagian besar penduduk Indonesia terus mendapatkan ancaman dan permasalahan baik dari dalam maupun luar. Marginalisasi sektor pertanian rakyat, dengan mulai mendominasinya pertanian korporasi (corporate farming) dan ancaman ketersingkiran petani kecil pedesaan dengan adanya globalisasi pasar bebas Neo Liberalisme melalui kesepakatan Agreement on Agriculture (AoA) merupakan kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. Pemerintah hingga saat ini belum memihak petani kecil dengan memberikan kebijakan proteksi dan subsidi yang cukup dapat melindungi mereka dari ancaman pasar bebas, dimana produk-produk pertanian dari negara lain dapat bebas masuk dan menggusur. Jika hal ini terus dibiarkan, kebangkrutan ekonomi pertanian rakyat dan hilangnya kedaulatan produksi pangan merupakan resiko besar yang terpampang di depan mata. Baca Lanjutannya…

Oleh: kris | 23 Agustus 2009

Rendra, Ilmu Silat, Ilmu Surat

Rabu, 12 Agustus 2009 | 05:04 WIB | Ignas Kleden

rendraDi dalam ilmu silat tidak ada juara nomor dua, di dalam ilmu surat tidak ada juara nomor satu,” begitu kata WS Rendra saat menerima Hadiah Seni dari Akademi Jakarta pada 22 Agustus 1975.

Kalimat itu bagai meringkas sekaligus menujumkan apa yang dilakukannya dalam kebudayaan. Ilmu silat merujuk kepada persaingan kekuatan dan keunggulan; segala petarung lain harus disingkirkan untuk menghasilkan satu pemenang. Ilmu surat sebaliknya berhubung dengan perbedaan- perbedaan dalam pandangan tentang masyarakat dan kebudayaan. Di dalam persaingan kekuatan ada kalah- menang, tetapi di dalam perbedaan selera dan sudut pandang, dua atau tiga pendapat bisa sama-sama diterima. Baca Lanjutannya…

Oleh: kris | 22 Agustus 2009

Kapitalisme, Kemiskinan dan Krisis Ekologi

Marx menganggap masalah kelas itu sentral, tapi jauh dari mengatakan bahwa itulah satu-satunya masalah yang dihadapi umat manusia. Dan pentingnya kelas ini tidak lain karena Marx berbicara tentang zaman yang dibedakan dari segi produksi materialnya.

Dia tidak berbicara tentang lingkungan hidup misalnya, tidak lain karena memang di zamannya masalah itu belum menonjol. Memang kita tidak boleh mereduksi segala sesuatu semata-mata menjadi persoalan kelas, tapi kalau bicara tentang perubahan tatanan sosial dan ekonomi seperti feodalisme dan kapitalisme, perjuangan kelas tetap merupakan persoalan sentral (dipetik dari pandangan Hilmar Farid lihat bag 1). Baca Lanjutannya…

Oleh: kris | 23 April 2009

Pembangunan Berkelanjutan

cminf-bnr1

Pembangunan berkelanjutan bisa terjadi jika proses tersebut memenuhi kebutuhan manusia, generasi saat ini dan generasi-generasi yang akan datang. Hal yang menarik di sini bukan generasi, tetapi generasi-generasi yang akan datang. Konsep ini mengajak untuk berpikir tentang keberlangsungan planet bumi. Pembangunan itu pun harus menjamin kesehatan lingkungan dengan cara menjaga keberlangsungan fungsi-fungsi ekosistem, melestarikan komponen-komponen dalam ekosistem, dan menjaga interaksi antarkomponen dalam ekosistem.  Baca Lanjutannya…

Diadopsi dari Dami Buchori , David Ardhian dan Witoro

Many people think that farming is a simple and mun-dane act, but they are wrong. It is the soul of any great culture, because it requires a not only a great deal of accumulated knowledge, but also taking this knowledge, and putting it to use every single day. Knowledge of the weather, the soil, plants, animals, the cycles of nature. All of this is used every day by a farmer to make the decisions that have to be made in order to produce the food that we eat. To us it may seem like food comes from a factory, but it reality it comes from a culture that generation after generation, has been created to produce that food ( Rosset, 1997).

Pendahuluan Saat ini pertanian mempunyai dua peran sekaligus tantangan : (i) mendukung pemenuhan pangan bagi lebih dari 210 juta penduduk, (ii) memberikan lapangan kerja bagi 21,74 juta rumah tangga tani yang merupakan 58,37 % dari total rumah tangga Indonesia (Sensus Pertanian, 1993). Sebagai sektor yang menjadi tumpuan bagi ketahanan pangan dan mata pencaharian sebagian sebagian rakyat, maka pembangunan pertanian merupakan generator bagi pembangunan nasional. Baca Lanjutannya…

Oleh: kris | 23 Agustus 2008

Realitas dan Harapan Pengembangan Ekonomi NTT

[Diadopsi dari Artikel Jurnal Ekonomi Rakyat - Th. I - No. 10 - Desember 2002 - Frits O FanggidaE]

Realitas Pelaku Ekonomi Kerakyatan di NTT

Rakyat adalah suatu konsep politik yang netral. Komsep ini tidak mempersoalkan perbedaan orang dalam kepelbagaian sosial, ekonomi dan budayanya. Semuanya sama. Ketika konsep rakyat diimbuhkan dengan konsep ekonomi politik yang tidak lagi netral, karena berbagai perbedaan pelaku ekonomi mulai diperhitungkan. Dalam kajian ini, konsep ekonomi kerakyatan yang digunakan juga tidak bersifat netral, yaitu hanya menunjuk pada pelaku ekonomi kecil (gurem) yang tersebar di sudut-sudut jalan perkotaan maupun di pelosok perdesaan. Baca Lanjutannya…

Oleh: kris | 23 Agustus 2008

Dan, Diapun Terbang…………..

jackObituari mengenang Alm. Jacob Tefni Nuban
FasilitatorProgram PNPM Agribisnis Perdesaan, Kecamatan Amanuban Selatan, Kab. Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur

SIAPA yang mampu menolak ajal? Ajal sudah sedemikian akrab dalam khidupan kita. Dewa Matahari akan direnggut Dewi malam. Sang Bulan toh dihalau oleh sang matahari. Bulan dan matahari barangkali berdampingan di belahan kutub bumi sebagai suatu kekecualian. Tapi ajal tidak mengecualikan siapa pun. Dalam menghadapi “ajal yang semakin akbrab ini,” Chairil menjawabnya lantang: “sekali berarti sudah itu mati.” Ketika dunia politik ternyata sedemikian aneh dan asing buat suara hatinya, Seorang Jacob memutuskan diri untuk undur diri dari ajakan orang dekatnya, dia memilih untuk mendampingi petani di 15 Desa di Kecamatan Amanuban Selatan.“Bos saya lelah, proses musyawarah Desa untuk usulan kegiatan pertanian hampir selesai, saya harus kembali untuk mempersiapkan pertemuan dengan Bupati di Kabupaten, ada perubahan jadwal pertemuan”, ujarnya dengan wajah yang meredup. Tak seperti biasa, Jacob yang aku atau orang lain kenal adalah sosok yang energik, terkadang malah berapi-api, namun hari itu pendar kelelahan terlihat di wajahnya. Baca Lanjutannya…

Oleh: kris | 6 November 2007

“Politik Uang” Bank Dunia

Firdaus Cahyadi

Knowledge Sharing Officer For Sustainable Development, One World-indonesia

Maraknya isu perubahan iklim akhir-akhir ini mengharuskan tiap-tiap negara di dunia memformulasikan kebijakan mengenai pengurangan (mitigasi) emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor energinya. Meskipun belum termasuk negara yang wajib mengurangi emisi GRK dari sektor energi, Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia mempunyai niat baik melakukan mitigasi GRK tersebut.

Bagai gayung bersambut, niat baik Indonesia tersebut segera ditangkap Bank Dunia. Hal itu terlihat dari paparan Dr Josef Leitmann, Asian Environment Coordinator World Bank, dalam sebuah seminar tentang energi di Jakarta (23 Agustus). Beliau dengan lancar memaparkan profil emisi GRK dari sektor energi, kebijakan energi Indonesia terbaru, dan pilihan kebijakan yang bisa ditempuh oleh negara ini untuk mengurangi emisi GRK dari sektor energi. Baca Lanjutannya…

Paulo Nakatani dan Remy Herera

Utang Eksternal Negara-negara Berkembang

Selatan telah membayar kembali utang eksternalnya kepada Utara. Pernyataan ini perlu kita kumandangkan kuat-kuat.

Cerita ini dimulai ketika terjadi krisis utang global yang terjadi pada 1979, melalui peningkatan tajam tingkat suku bunga Federal Reserve yang dilakukan oleh gubernur Paul Volcker. Hasil dari kebijakan ini, perkembangan/kebangkitan ekonomi pasar secara keseluruhan harus dibayar dalama mata uang dollar, dimana secara kumulatif layanan utang eksternal mencapai $7.673 trilyun.1

Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.