Judul : Jejak Pangan: Sejarah, Silang Budaya, dan Masa Depan
Penulis : Andreas Maryoto
Pengantar : Siswono Yudo Husodo
Penerbit : Kompas, 2009
Tebal : xiv + 249 halaman
Urusan makan memang bukan sekedar masalah perut. Meskipun ada yang mengatakan makan bukan untuk sekedar hidup tetapi urusan makanan tetap tak dapat dipandang sebelah mata.
Tengok saja bencana kelaparan di negeri kita seolah menguatkan ungkapan: ayam yang mati di lumbung padi. Situasi ironis yang membuat miris. Pun urusan pangan dapat berkaitan dengan politik. Pramoedya A. Toer pernah menuturkan sebuah kisah tentang seorang raja di China yang pusing memikirkan kondisi rakyatnya di tengah hantu pemberontakan. Sang penasihat membisikkan kalimat melegakan: “Buatlah rakyat menjadi kenyang sehingga mereka tenang. Jangan biarkan mereka kelaparan!”
Berabad-abad kemudian pemikir Thomas Robert Malthus juga meramalkan sesuatu yang berhubungan dengan urusan pangan. Ia meramalkan pertambahan penduduk berlangsung menurut deret ukur sedangkan persediaan makanan bertambah seperti deret hitung, Dengan teori tersebut kita dapat memperhitungkan bahwa suatu saat manusia di bumi akan mengalami kekurangan pangan. Baca Lanjutannya…










Di dalam ilmu silat tidak ada juara nomor dua, di dalam ilmu surat tidak ada juara nomor satu,” begitu kata WS Rendra saat menerima Hadiah Seni dari Akademi Jakarta pada 22 Agustus 1975.
Obituari mengenang Alm. Jacob Tefni Nuban


Comment